Thursday, September 15, 2005

Enam Persoalan Hidup Menurut Imam Al-Ghozali

Materi Pengajian Akhowat KPII, Ahad 3 Juli 2005
Oleh: Ukhti Betty Mauliya Bustam

Menurut Imam Al-Ghozali, ada 6 persoalan utama dalam hidup seseorang, berikut adalah uraiannya:

1. Yang paling dekat dengan diri kita adalah: Kematian.

Sejak pertama sekali ditiupkannya ruh pada makhluk hidup, maka kematian terus membayanginya. Kematian adalah hal yang pasti terjadi pada setiap makhluk hidup, termasuk kita. Setiap kita telah memiliki jatah hidup masing-masing dan kematian itutidak dapat disegerakan atau ditunda barang sedetik pun. Jika jatah hidup kita belum habis, maka tidak ada suatu pun yang dapat mengakhirinya, sebaliknya, jika jatah hidup kita telah habis, tidak ada suatu pun yang dapat menundanya. Hal ini telah difirmankan Allah dalam Surah Al-An'aam (6): 60-61. Masalahnya, kita tidak tahu kapan jatah hidup tersebut berakhir, kita tidak tahu kapan dan di mana kita akan mati, sebagaimana firman Allah dalam Surah Luqman (31): 34.
Pertanyaan terbesar sekarang: sudah siapkah kita jika sewaktu-waktu malaikat maut datang menjemput? Allah berfirman kepada kita,S. Ali-Imran (3): 102, agar jangan sekali-kali kita mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Di tengah kehidupan dunia yang melalaikan, di era globalisasi dan derasnya arus kristenisasi yang melanda ummat Islam, sudah sewajarnyalah kita terus memperkuat barisan dan terus membentengi diri kita dengan doa agar Allah tidak mencabut hidayah yang telah kita miliki dan mewafatkan kita dalam keadaan muslim. Diantara doa-doa yang dapat kita panjatkan terdapat dalam: S. Ali Imran (3): 8,Ali Imran (3): 193, S. Al-Mukminun (23): 94 dan S. Yusuf (12): 101.

2. Yang paling jauh dari diri kita adalah: Masa Lalu.

Setiap detik yang telah kita lalui, akan menjadi masa lalu kita. Kita tidak akan pernah kembali lagi ke detik tersebut. Beruntunglah orang yang dapat mengambil pelajaran dari masa lalunya dan menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin.

3. Yang paling besar di dunia adalah: Hawa Nafsu.

Hawa nafsu adalah penghalang terbesar bagi kita menuju jalan Allah. Nafsu yang tidak terkendali akan selalu lebih jauh beberapa langkah. Banyak sindiran-sindiran yang diberikan Allah pada manusia yang tidak mampu menahan hawa nafsunya. Manusia-manusia yang terlalu cinta akan kehidupan dunia, yang bakhil, yang sombong tidaklah akan mendapatkan apapun selain penyesalan di akhirat. Sindiran-sindiran Allah tersebutantara lain terdapat dalam: S.Al-`Aadiyat (100), S. Al-An'am (6): 32dan S. Al-Kahfi (18): 32-46 dan S. Al-Fajr (89): 20-26.

Allah mengetahui betapa sulitnya manusia mehanan hawa nafsunya, oleh karena itu Allah mewajibkan kita berpuasa di bulan Ramadhan sebagai sarana pelatihan pengendalian hawa nafsu dan sarana peningkatan keimanan. Karena Allah akan memberikan balasan, hadiah tertinggi bagi manusia yang sempurna imannya, yang hawa nafsunya mengikuti Islam, berupa surga-Nya, S. Al-Fajr (89): 27-30.

4. Yang paling berat di dunia adalah: Memikul Amanah.

Dalam S. Al-Ahzab (33): 72-73, tergambar jelas betapa beratnya memikul amanah tersebut, bahkan langit, bumi dan gunung-gunung pun enggan memikulnya karena khawatir akan menghianatinya. Para pemimpin yang tidak amanah, yang menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya kelembah kebinasaan maka Allah akan membalasnya dengan neraka jahannam. Sebagaimana yang difirmankanAllah dalam S. Ibrahim (14): 28-29. Sebaliknya pemimpin yang memelihara amanah yang dipikulnya akan dimuliakan Allah dan berada kekal di dalam surga S: Al-Ma'aarij (70):32-35.

5. Yang paling ringan di dunia adalah: Meninggalkan Shalat.

Shalat adalah tanda syukur kita akan nikmat Allah. Alangkah naifnya kita setelah diberikan nikmat yang sangat banyak dan tiada putusnya dari Allah lalu kita lalai akan mengingatNya, sedangkan terhadap manusia yang pada suatu waktu memberikan pertolongan yang menurut kita sangat berharga saja, kita akan mengingatnya selama hidup kita. Padahal tidaklah sesuatu itu terjadi, tidak juga ada yang menggerakkan hati seseorang untuk menolong kita melainkan Allahlah yang melakukannya.

Di dalam Al-Qur'an telah jelas dan banyak sekali ayat-ayat yang memerintahkan manusia untuk shalat, diantaranya: S. Ibrahim (14): 31,S. Al-Kautsar (108). Namun, lagi, karena kesombongan manusia, merasa bahwa apa yang didapatnya adalah karena hasil kerja kerasnyasendiri, membuatnya lalai dan gampang sekali meninggalkan kewajibannya.

6. Yang paling tajam di dunia adalah: Lidah.

Mungkin kita semua telah sering mendengar ungkapan "mulutmu adalah harimaumu". Karena segala perkataan yang keluar dari mulut kita dapat menjadi bumerang yang akan berbalik dan dapat menghancurkan hidup kita. Oleh karena itu kita selalu dianjurkan berkata baik dan benar atau diam, S. An-Nisaa' (4): 18 dan hadist riwayat Bukhari.

WaLLahu'alambisshawwab. (Liya)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home