Monday, October 03, 2005

Konsep Ilmu Ekonomi dan Aplikasinya dalam keluarga

Materi Pengajian Akhwat 18 Sept 2005

Oleh: Ibu Femmy Roeslan *

Definisi : Ilmu Ekonomi yaitu the branch of knowledge concerns with production, consumption and the transfer of wealth.

Jadi ada 3 topik utama dalam ilmu ekonomi yaitu:
- produksi
- konsumsi
- transfer of wealth

Cakupan Ilmu ekonomi
1. Mikro Ekonomi
Yaitu cabang ilmu ekonomi yang membahas perilaku (behaviour) dari unit-unit ekonomi (konsumen, perusahaan, pekerja dan investor) dan pasar dimana para pelaku ekonomi berinteraksi.

2. Makro Ekonomi
Yaitu cabang ilmu ekonomi yang membahas agregat (total) dari
- Pendapatan percapita (pendapatan rata-rata)
- Laju pertumbuhan (mengukur kesejahteraan)
- Laju inflasi : perubahan harga-harga secara agregat
- Tingkat bunga
- Tingkat pengangguran
Scopenya lebih luas bisa negara, daerah atau propinsi dsb. tetapi arahnya tidak ke individu. Sednang Mikro Ekonomi fokusnya ke konsumen.

Konsumen dan produsen berinteraksi melalui mekanisme pasar. Pasar (Market) dalam ilmu ekonomi tidak selalu berasosiasi langsung dengan tempat dan sedikit berbeda dengan pengertian umum tentang pasar (seperti pasar baru, pasar senen, pasar minggu dsb). Di dalam pasar ada konsumen (pembeli), produsen (penjual), transaksi (pertukaran) dengan menggunakan alat tukar (uang). Dengan demikian pasar dapat terjadi dimana saja dan
kapan saja tanpa dibatasi oleh tempat atau lokasi atau geografis dan waktu. Contoh: E-bay, transaksi di tempat pengajian, arisan, dll.
Sebelum di temukan alat tukar (uang), transaksi (perdagangan) dilakukan secara barter. Namun cara ini memiliki banyak kendala dan keterbatasan.

Basic concepts dalam pembahasan perilaku konsumen berdasarkan:
- wants & needs (Kebutuhan & Keinginan). Kebutuhan merupkan sesuatu yang pemenuhannya sangat diutamakan/mutlak contohnya makan, minum dsb. Sedangkan keinginan jikalau tidak dipenuhi tidak menimbulkan masalah karena bukan yang utama, contoh keinginan membeli tas yang cantik, pakaian yang mahal dsb.
- Preferensi (asal kata prefer)
- Utility (kepuasan/hasil): ukuran untuk mengukur konsumsi terhadap barang & jasa. Seperti Cardinal Vs Ordinal, lalu ada Diminishing Marginal Utility
- Budget constraints
Setiap individu memiliki constraint/kendala dalam hal pendapatan, usaha, modal.
Disisi lain, setiap individu memiliki kebutuhan (needs) yang sedemikian banyak. Bagaimana solusinya?
Optimisasi: consumer choice
Untuk itu konsumen harus bisa membuat pilihan. Pilihan yang bagaimana? Tentunya pilihan yang optimal. Sampai saat ini masih banyak beredar pendapat yang kurang tepat berkenaan dengan optimisasi ini.

Konsep optimal dalam ilmu ekonomi adalah Maksimum Utility atau minimum cost. Konsumen dapat memaksimumkan utility/hasil dengan income/usaha/modal tertentu atau konsumen dapat pula meminimumkan biaya usaha/modal dengan hasil tertentu. Dengan demikian ilmu ekonomi tidak mengenal konsep maksimum hasil dengan minimum biaya/usaha.

Contoh Aplikasi dalam mendidik anak-anak. Jika kita ingin memperoleh hasil yang terbaik kelak (memaksimalkan output: anak), menjadi anak yang sholeh, sehat, cerdas dan pintar. Dalam hal ini orang tua tak bisa melakukan dengan usaha/modal yang minimal. Usaha/modal disini tidak harus berasosiasi dengan uang/materi. Tetapi lebih cenderung kepada iman dan ilmu pengetahuan sebagai orang tua. Proses menjadi orang tua tidak dimulai sejak anak lahir, tetapi dimulai jauh sebelum itu. Proses belajar (mencari ilmu) tadi akan terus berlanjut ketika pernikahan sudah dilaksanakan dan ketika merencanakan untuk punya anak, maka calon orang tua diharapkan untuk mempersiapkan diri secara fisik, mental dan material karena proses mendidik anak sudah dimulai sejak janin didalam rahim ibu. Proses tersebut berlanjut ketika
bayi lahir, kemudian menjadi besar (infant, usia sekolah, remaja dan dewasa). Mungkin proses mendidik anak baru selesai manakala orang tua sudah mengantarkan anak-anaknya menjadi individu yang sukses di hadapan Alloh Swt serta mendapatkan jodoh yang diridloi Alloh Ta’ala.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal tersebut, nampaknya tidak bisa dilakukan dengan usaha/modal yang seadanya/minimal. Dalam hal ini orang tua khususnya ibu harus senantiasa belajar baik itu ilmu akhirat maupun ilmu dunia, untuk mengasah iman dan ilmu agar memiliki modal yang memadai di dalam mendidik anak-anak seperti dalam salah satu firman Alloh Swt yang artinya sbb:
“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada azab akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui?”
Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.'” (QS Az Zumar, Ayat 9)

*) Dosen Ekonomi Internasional, UI, Jakarta

0 Comments:

Post a Comment

<< Home